Home » Opini

Hack TV berlangganan

8 May 2009 1 views No Comment

Investigasi  terhadap kebocoran yang terjadi pada industri tv berbayar yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Multimedia Indonesia(APMI), menunjukkan terdapat 685 operator pay TV ilegal yang beroperasi dan tumbuh subur.  APMI menyebut pelanggan resmi pengguna TV pay di Indonesia adalah  800 ribu, dan hasil penyelidikan menunjukkan pay TV ilegal berhasil menjaring 1,4 juta pelanggan, yang  umumnya berada di wilayah Indonesia bagian timur.

Secara angka, jika berlangganan pay TV ilegal cukup mengeluarkan uang Rp. 30.000, maka keuntungan operator tak berlisensi selama satu bulan adalah 42 miliar atau Rp. 500 miliar dalam setahun.

TV berlangganan di Indonesia secara resmi dikelola oleh operator seperti Indovision, Aora TV, Top TV, Yes Tv, IM2, dan First Media.  Masing-masing pengelola biasanya memiliki acara unggulan dan menjadi acuan untuk menentukan tarif untuk berlangganan. Sementara TV pay ilegal, memberikan layanan satu akses ke semua saluran tv berbayar (premium channels air unedited).

Mereka tidak mengenal paket tv-on-demand yang biasanya membatasi acara tv berdasar paket/permintaan yang diberlakukan tv berbayar resmi.  Cukup mengeluarkan uang 30rb perbulan semua orang bebas menonton acara TV seperti HBO, ESPN, Celestial, Cinemax, dll.

Tontonan premium yang disajikan dalam saluran analog dan digital terrestrial lewat media kabel atau satelit, membuat banyak orang tergiur untuk dapat menikmatinya. Apalagi bila ditawarkan dengan harga sangat murah.

Di negara seperti Pakistan, sebuah survey  mencatat angka US $ 1.43 juta mewakili 26% pendapatan yang hilang akibat berbondong-bondongnya 4,6 juta orang untuk membayar murah TV Kabel tak resmi, sementara pelanggan resminya sendiri cuma 345.000 orang. Di hongkong, pay TV piracy-nya membuat kerugian US $ 27,4 juta. Dan yang luarbiasa di India terdapat 73 juta pelanggan TV berbayar dengan tingkat kebocoran US $ 985 juta. Sementara dengan 1,32 juta sambungan tidak sah, Thailand menderita kerugian tahunan dalam kisaran US $ 180 juta.

Ini adalah fakta-fakta baru yang menyoroti fenomena pertumbuhan kebutuhan industri TV berbayar terhadap pertumbuhan inteletual masyarakat akan kebutuhan hiburan, dan hilangnya kesempatan banyak orang untuk menikmati tontonan berkualitas dengan harga terjangkau.

Pencarian lainnya:

,tv berlangganan di indonesia (277),hack indovision (270),tv berlangganan murah (152),tv berlangganan (114),tv langganan (101), (93),tv berlangganan termurah (61),tv langganan murah (60),cara berlangganan yes tv (52),indovision hack (48)
Terima kasih bila Anda bersedia sharing artikel ini di:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
  • email
  • Identi.ca
  • Live
  • MySpace
  • PDF
  • Ping.fm
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
Posted In: Opini |

Tags: , ,

RSS feed | Trackback URI

Comments »

Comment by Juli
2009-05-09 21:57:14

Wah keren blognya, mas… eh… bang…hehehe…
Udah master kayaknya nih.
Salam kenal. Saya Juli (bukan Anang :) ) )
Kita kemaren ketemu di ebiz seminar.

 
Comment by Rudy
2009-05-10 00:49:28

salam kenal mas anang,…eh mas jul :)

 
Comment by Johar
2009-07-12 11:03:50

Giman cara hacknya ya …. ?

 
Nama (Harus diisi)
E-mail (Harus diisi - Tidak akan dipublikasikan)
URI
Komentar Anda (smaller size | larger size)
You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

Trackback responses to this post